Langsung ke konten utama

Postingan

Pos Lebih Baru

Semua Itu adalah Kita

  Sumber gambar: freepik. “ K alau suatu golongan atau umumnya Islam lemah, dalam suatu peristiwa atau hal tertentu, maka dengan cepat orang-orang terpelajar muslim dan saya pun dulu begitu juga berkata bahwa yang salah adalah orang Islamnya bukan Islamnya. Ini adalah suatu bentuk dari tidak adanya kebebasan berpikir. Orang takut untuk mempertimbangkan kemungkinan adanya kritik terhadap Islam. Kemungkinan adanya kritik sudah ditutup karena Islam sudah a priori dianggap betul dan kebal terhadap kemungkinan mengandung kelemahan. ” Begitu kiranya catatan Ahmad Wahib, di hari natal 1969. Kegelisahan Wahib semakin relevan. Jika ada kasus teror yang pelakunya kedapatan beridentitas Islam, publik serempak menampik buruk rupa pada wajahnya. Seolah mereka yang berbuat kesalahan adalah yang lian. Bukan kami. Bukan kita. Uniknya, mereka yang bersikap begitu, di sisi lain lantang berteriak NKRI Harga Mati dan keras mengkritik aparatur negara yang berdalih dengan ungkapan “oknum" bagi angg

Postingan Terbaru

Taubatan Nasuha Seorang Pembelajar

Tenggelam dalam Lose Your Head dan London Grammar

Puisi untuk Adik: Lain Puisi Widji Thukul, Lain Video Musik Fajar Merah

Kokohnya Keluarga Cemara Milenial

Rekonsiliasi '65: Dimulai dari Diri Sendiri

Pemutaran Film Pendek Laut Bercerita: Lagi-lagi Romansa Sejarah dan Manajemen Ketakutan

Blokir, Sensor dan Tindakan Represif

Fiersa Besari dan Ingkar Janji yang Menyenangkan